Pelita Air: Harga Avtur Kini Sumbang 60 Persen dari Biaya Operasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga avtur Pelita Air menyumbang 60% dari biaya operasional maskapai, menjadi tantangan utama. Director of Safety Eriza Muslim menyatakan kenaikan biaya ini tidak mengurangi standar keselamatan penerbangan. Untuk mengefisiensi penggunaan bahan bakar, Pelita Air menerapkan desain continuous descent operation (CDO) dalam prosedur kedatangan pesawat, mirip negara seperti Singapura dan Australia. Selain itu, kepadatan lalu lintas udara di Jakarta yang tidak disiplinkan pilot serta perbutuhan revitalisasi peralatan navigasi menjadi faktor penggunaan avtur yang tinggi. Eriza menekankan pentingnya kedisiplinan pilot dan dukungan teknologi navigasi baru untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 17.47
Maskapai RI Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat 0%
- avtur
- biaya operasional
- keselamatan penerbangan
- continuous descent operation
- kepadatan lalu lintas udara
Berita terkait
Harga Avtur Melonjak, AirAsia hingga Vietjet Kompak Naikkan Harga Tiket
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 14.20
Bandara Soekarno-Hatta Rugi Rp40 Miliar Imbas Letusan Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 17.03
Maskapai Minta Impor Suku Cadang Pesawat Bebas Bea Masuk
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.45
Beban Biaya Naik, INACA Harap Insentif Pemerintah Bantu Maskapai Jelang Nataru
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 16.04