Pembeli Properti Indonesia Mulai Lirik Roselands Sebagai Alternatif Investasi di Australia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Investor properti Indonesia mulai melirik kawasan Roselands di Barat Daya Sydney, Australia, sebagai alternatif investasi rumah tapak. Hal ini dipicu oleh kelangkaan lahan dan tingginya harga properti di pusat kota Sydney serta kawasan populer lainnya. Roselands menawarkan aksesibilitas yang baik dengan jarak tempuh 20–30 menit ke Sydney CBD serta lingkungan residensial yang tenang bagi keluarga.
Kawasan ini memiliki fundamental kuat untuk pertumbuhan modal jangka panjang karena didominasi oleh pemilik rumah (70%) dibandingkan penyewa (30%). Selain itu, lebih dari 53% hunian dihuni oleh pasangan dengan anak. Komposisi demografi yang didominasi owner-occupiers ini menciptakan basis permintaan yang lebih stabil dan tidak hanya bergantung pada aktivitas spekulatif investor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.18
Mengenal Roselands, Kawasan yang Layak Dilirik Investor dan Pembeli Properti RI
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 11.05
Ada yang Borong 872 Juta Saham INPP di Harga Rp720, Rogoh Duit Rp628 M
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.50
SSIA Siapkan Capex Rp2,2 Triliun pada 2026, Fokus ke Subang Smartpolitan
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.50
Lahan Hunian Tapak Sydney Kian Langka
Berita terkait
Bidik Pasar Properti Australia, Pengusaha RI Ini Beberkan Alasannya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.25
Pengusaha Properti Asal RI Pilih Investasi di Australia, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 17.50
BRI Consumer Expo 2026 di Medan, Saatnya Wujudkan Rumah-Liburan Impian
Detik.com · 5 September 2026 pukul 21.56
Tanah Kavling Jadi Opsi Bangun Rumah Impian Sekaligus Investasi Jangka Panjang
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.18