Pengusaha Properti Asal RI Pilih Investasi di Australia, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Capital Value International Group (CVIG), pengusaha properti Indonesia, memilih mengembangkan proyek perumahan di Sydney, Australia, meski pasar properti Indonesia yang besar. CEO CVIG Chandra Leonardi menjelaskan, Sydney sebagai kota global dengan permintaan properti dari berbagai negara, bukan hanya lokal. Keputusan ini sejalan dengan kondisi Sydney yang sedang kekurangan hunian sekitar 187.000 rumah pada 2026. Pemerintah Australia aktif mengubah wilayah lama menjadi kawasan baru untuk meningkatkan pasokan hunian. CVIG sedang mengembangkan tujuh unit townhouse di Roselands, Sydney, dengan lahan hampir 2.000 meter persegi, dekat pusat kota.
Bagikan
Berita terkait
Bidik Pasar Properti Australia, Pengusaha RI Ini Beberkan Alasannya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 18.25
Pengembang Properti Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tekan Biaya
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 17.43
Damai Putra Group Luncurkan CRESTA, Hunian Lakeside Living dengan Fasilitas Premium, Cicilan Mulai Rp3 Juta-an per Bulan
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 16.05
Starbright China Bangun Proyek Rp 1,25 T di IKN, 100 Apartemen Sudah Dipesan
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 13.35