Pembiayaan Pindar Tembus Rp105 Triliun, Risiko Fraud Jadi Perhatian
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Outstanding pembiayaan pinjaran daring (pindar) mencapai Rp105,14 triliun per Juni 2026, tumbuh 25,88% tahunan. Direktur CELIOS Nailul Huda menyatakan transparansi informasi produk, biaya, dan profil pihak masih perlu diperkuat agar borrower dan lender dapat mengambil keputusan tepat dan menghindari fraud. OJK wajib tetapkan standar informasi minimal, sementara platform berperan penting dalam penyampaian data yang transparan. Certified Financial Planner Rista Zwestika menekankan pentingnya kejelasan jumlah dana, biaya, metode bunga, jadwal pembayaran, serta total kewajiban agar konsumen dapat merencanakan cash flow dengan baik, terutama menghindari dampak skema cicilan front loading.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.50
Asuransi Bintang Laporkan Dugaan Fraud, Duit Hilang Rp400 Juta/ Bulan
Berita terkait
OJK Dorong Akses Dana Produktif Sikap Lonjakan Pinjaman Daring
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 01.10
Kontribusi Pinjaman Daring untuk UMKM Meningkat Capai Rp35,12 Triliun
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.26
16 Pindar TWP90 di Atas 5%, OJK Dorong Pindar Manfaatkan AI untuk Cegah Fraud
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.40
OJK Ingin Porsi Penyaluran Pinjaman Daring ke Sektor Produktif Naik
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 05.29