RI Butuh Investasi Rp17.982 T Bangun Energi Terbarukan hingga 2060
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia memperkirakan kebutuhan investasi Rp17,892 triliun (US$1 triliun) untuk pembangunan pembangkit dan jaringan energi terbarukan (EBT) hingga 2060. Investasi ini mendukung transisi energi dan pertumbuhan ekonomi 8 persen, sekaligus memenuhi kebutuhan listrik nasional yang diproyeksikan mencapai 600 TWh dengan konsumsi 2.000 kWh per kapita pada 2030. Infrastruktur kelistrikan yang ditingkatkan meliputi transmisi, interkoneksi, penyimpanan energi, dan rencana green super grid 70.000 km hingga 2040. Target interkoneksi antarpulau (Sumatera-Jawa) dapat tersambung pada 2032-2035. Kapasitas industri modul surya nasional mencapai 11 GW per tahun. Perubahan harga energi berdampak pada biaya produksi, namun transisi rendah karbon membuka peluang pertumbuhan PDB 0,21-0,25 persen per tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.15
Airlangga: Ekonomi Hijau Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2-3%
kumparan · 30 September 2026 pukul 13.26
Kuliah Umum di Sesko AU, Wamendagri Bima Arya Soroti Ketahanan Energi
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 12.18
Ketahanan Energi Kunci Wujudkan Indonesia Maju
JawaPos · 30 September 2026 pukul 00.15
Implementasi RUPTL Bisa Datangkan Investasi Rp2.133 Triliun
Berita terkait
Pembangunan PLTS 100 GWp dalam 3 Tahun Dinilai Realistis
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.30
Airlangga Ungkap Ekonomi Hijau Bisa Serap 5,3 Juta Pekerja di 2029
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 04.45
Harga Minyak Bergejolak, Investasi Transisi Energi Kian Menarik
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 21.27
Eddy Soeparno Dorong Transisi Energi Jadi Strategi Pertumbuhan Ekonomi RI
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.03