Penerima Bansos Bertambah 4,3 Juta Keluarga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penerima bantuan sosial (bansos) naik 4,3 juta keluarga atau KPM setelah Kementerian Sosial memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN dibangun dengan mengintegrasikan data DTKS, Regsosek, dan P3KE untuk memberikan gambaran kondisi sosial ekonomi yang lebih akurat. Pemutakhiran data diperlukan karena perubahan kondisi masyarakat sekaligus ketidaksesuaian yang ditemukan di lapangan. Andy Kurniawan, Tenaga Ahli Menteri Sosial, menyatakan semua masukan media punya respons dan langsung ditindaklanjuti. Dengan menggunakan desil berdasarkan metode Proxy Means Test (PMT) dan machine learning melalui data Susenas, BPS mampu menilai kesejahteraan rumah tangga yang tidak memiliki data pengeluaran langsung. Model ini dibangun per daerah karena karakteristik masyarakat berbeda. Proses evaluasi metodologi dan pembaruan data berkelanjutan untuk mencerminkan perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 11 September 2026 pukul 22.00
Kemensos: Pemutakhiran DTSEN Bagian dari Penyempurnaan Penentuan Desil
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 19.37
BPS bakal manfaatkan Sensus Ekonomi untuk DTSEN
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.10
BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Akurasi Penerima Bansos
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.48
BPS: Data DTSEN Harus Mutakhir agar Tepat Sasaran
Berita terkait
Pemutakhiran Desil DTSEN, 4,3 Juta KPM Baru Kini Terima Bansos
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.46
4,33 Juta Keluarga yang Tadinya Tak Dapat Bansos Kini Kebagian, Data DTSEN Terus Dimutakhirkan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 04.37
Kemensos, BPS, dan CELIOS Duduk Bersama Bahas Polemik Desil
Detik.com · 11 September 2026 pukul 21.06
Penyebab Desil DTSEN Berubah Drastis Terungkap, Apakah Bansos Batal Cair?
JawaPos · 4 September 2026 pukul 10.15