Kemensos, BPS, dan CELIOS Duduk Bersama Bahas Polemik Desil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemensos, BPS, dan CELIOS mengadakan diskusi untuk membahas polemik penentuan desil dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Desil digunakan sebagai sistem pemeringkatan relatif kondisi sosial ekonomi untuk menentukan prioritas penerima bantuan ketika kapasitas anggaran terbatas. Pemerintah mengakui adanya potensi exclusion error akibat basis data yang belum mencakup seluruh penduduk, sehingga mengintegrasikan berbagai sumber data menjadi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Implementasi DTSEN sejak triwulan II 2025 telah menambah lebih dari 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru pada desil 1-4. Pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan data secara bertahap dan berkelanjutan melalui kolaborasi antarlembaga serta Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk menjangkau warga miskin yang belum tercatat. BPS menekankan bahwa penentuan desil menggunakan metode Proxy Means Test (PMT) yang terus disempurnakan dengan machine learning untuk meningkatkan akurasi sasaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 11 September 2026 pukul 22.00
Kemensos: Pemutakhiran DTSEN Bagian dari Penyempurnaan Penentuan Desil
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.50
Coretax Bisa Jadi Acuan Pemerintah Ukur Tingkat Kemiskinan
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 19.37
BPS bakal manfaatkan Sensus Ekonomi untuk DTSEN
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.10
BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Akurasi Penerima Bansos
Berita terkait
Pemutakhiran Desil DTSEN, 4,3 Juta KPM Baru Kini Terima Bansos
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.46
4,33 Juta Keluarga yang Tadinya Tak Dapat Bansos Kini Kebagian, Data DTSEN Terus Dimutakhirkan
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 04.37
Terungkap Biang Kerok Desil Tak Sesuai Kondisi Warga RI
Detik.com · 5 September 2026 pukul 05.55
Kemensos: Desil Bukan Penentu Kaya atau Miskin
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.53