Pengusaha Akui RI Masih Dibanjiri Produk Impor Ilegal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar domestik Indonesia masih banyak dibanjiri produk impor, termasuk yang ilegal, sebagaimana diakui Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani. Ia menyampaikan bahwa hal ini berdampak negatif pada industri dalam negeri dan telah berulang kali memberikan masukan kepada pemerintah agar segera ditindaklanjuti. Meski belum menghitung nilai kerugian secara pasti, Shinta menyatakan kerugian yang ditimbulkan cukup besar.
Menteri UMKA Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa pasar domestik yang "becek" ini menjadi salah satu penyebab utama produk UMKM kesulitan terserap pasar. Meskipun pemerintah terus meningkatkan akses pembiayaan, pelatihan, dan kapasitas produksi, penjualan produk UMKM tetap rendah karena kompetisi dari impor. Maman menegaskan bahwa kementeriannya tidak anti impor, namun produk yang sebenarnya bisa diproduksi oleh UMKM dalam negeri sebaiknya dikaji kembali agar tidak menghambat pasar lokal.
Akibatnya, UMKM yang tidak mampu menjual barangnya berisiko menimbulkan kredit macet dan meningkatkan NPL, yang pada gilirannya bisa menciptakan masalah sosial. Oleh karena itu, Maman menekankan pentingnya melihat isu UMKM secara menyeluruh, bukan hanya dari segi pembiayaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 14.51
Kupas Tuntas Strategi BPD Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
Kredit UMKM Ditargetkan Tembus Rp2.000 Triliun, Awas Ancaman NPL
Berita terkait
Pengusaha Akui Pasar RI Banjir Impor Ilegal: Nilainya Besar!
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 14.13
BRI jaga momen pertumbuhan kredit dengan kedepankan kehati-hatian
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 14.01
Ekonomi Lesu, Ekosistem UMKM Dinilai Perlu Diperkuat dari Hulu ke Hilir
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.45
Maman Ungkap Biang Kerok Produk UMKM Lokal Sulit Bersaing di RI
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 13.03