Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonomi Lesu, Ekosistem UMKM Dinilai Perlu Diperkuat dari Hulu ke Hilir

Pelemahan daya beli dan perlambatan ekonomi global menjadi tantangan besar bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Menurut Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,1-5,4% perlu diimbangi dengan kebijakan yang tepat agar UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian. Diskusi daring bertema 'Tantangan UMKM di Masa Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia' menghidupkan narasumber dari Kementerian UMKM, akademisi, dan pelaku UMKM untuk membahas solusi penguatan ekosistem secara menyeluruh.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI M. Riza Damanik menyampaikan bahwa saat ini tercatat lebih dari 56 juta unit UMKM, dengan 96% merupakan usaha mikro. Pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional sebagai peta jalan selama 20 tahun ke depan. Namun, menurut Captain Batoo Farm Adventure Agus Purnomo Wibisono, pengembangan UMKM sering terhambat karena minimnya keterhubungan antar-pemangku kepentingan dalam proses produksi hingga pemasaran.

Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo menekankan pentingnya pasar domestik sebagai ladang pertumbuhan UMKM, sekaligus menyerukan agar UMKM mendapat kesempatan sebagai pemasok bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, Steering Committee Akademi Perempuan NasDem Eva Kusuma Sundari menyampaikan rencana aksi care economy yang disiapkan Bappenas dan ILO sebagai peluang baru bagi sektor UMKM, terutama di bidang pangan dan day care.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait