Purbaya Gelontorkan Rp 7 Triliun untuk Benahi Data Desil DTSEN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
Kementerian Keuangan mengalokasikan hampir Rp 7 triliun untuk Badan Pusat Statistik (BPS) guna memperbaiki kualitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan mendukung Sensus Ekonomi. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tambahan anggaran diperlukan karena DTSEN menjadi dasar kebijakan pemerintah, termasuk rencana pembatasan Pertalite bagi kelompok desil 9-10. Purbaya berharap data DTSEN pada 2027 lebih akurat dan rapi. BPS menjelaskan penentuan desil didasarkan pada berbagai indikator sosial ekonomi menggunakan metode Proxy Means Test (PMT), sehingga pemutakhiran perlu dilakukan secara berkala. Pemerintah akan menangani kasus ketidaksesuaian data secara individual jika ditemukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 08.49
Kemenkeu Luruskan Pernyataan Purbaya soal Anggaran DTSEN Hampir Rp7 Triliun
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 09.30
Purbaya Guyur BPS Rp7 Triliun, Salah Satunya Bereskan DTSEN
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 08.01
Pemerintah Janji Perbaiki Data Desil Usai Banyak Diprotes
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 05.55
Purbaya Kucurkan Rp 7 T ke BPS
Berita terkait
Desil DTSEN Berpeluang Dikaji Ulang, Airlangga Tunggu Hasil Sensus Ekonomi BPS
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 14.21
Jangan Salah Sangka, Data Desil Agustus Bukan Dari Sensus Ekonomi Terbaru
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 15.30
Anggota DPR ajak warga Bengkulu sukseskan Sensus Ekonomi 2026
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 00.07
Purbaya Benahi DTSEN Setelah Desil 9-10 Dinilai Tak Tepat Sasaran
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.00