Pertamina NRE Akselerasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock di Lampung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertamina New & Renewable Energy (NRE) mengakselerasi pengembangan bioetanol berbasis multi-feedstock dan multi-generation melalui Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Menurut Direktur Utama John Anis, pusat ini mendukung pengembangan bioetanol generasi pertama (1G) dan kedua (2G) dengan memanfaatkan beragam bahan baku lokal untuk mengoptimalkan sumber daya nasional.
Fasilitas pilot ini memiliki kapasitas produksi hingga 60 kiloliter per tahun dan dilengkapi untuk menguji proses produksi mulai dari pre-treatment, hidrolisis, fermentasi, distilasi, hingga dehidrasi. Sorgum menjadi salah satu bahan baku utama yang dikembangkan, dengan pendekatan multi-generation yang memanfaatkan nira sebagai bahan baku 1G dan batang serta biomassa sisa sebagai bahan baku 2G.
Pengembangan ini bertujuan mendukung implementasi BBM bioetanol E20 yang diproyeksikan terealisasi pada Januari 2028, sekaligus memperkuat ekosistem energi terbarukan di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 21.48
Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation
kumparan · 14 September 2026 pukul 20.53
Pertamina NRE Kembangkan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 22.19
Pertamina NRE Resmi Luncurkan Bioethanol Development Center
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 22.05
Pusat Pengembangan Bioethanol Dibangun di Lampung
Berita terkait
Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.03
BBM Campuran Etanol Baru Tersedia di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 18.11
DIY Didorong Tanam Singkong untuk Dukung Produksi Bioetanol
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 14.11
ESDM Targetkan Bensin E20 Meluncur 2028, Cukai Bioetanol Dihapus
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 10.27