Petani Minta HPP Gula Naik Jadi Rp 16.875/Kg
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

DPN APTRI mendesak pemerat menetapkan kenaikan HPP gula petani menjadi Rp 16.875/kg dari semula Rp 14.500/kg yang berlaku sejak 2024. Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikoen menjelaskan biaya produksi terus meningkat—pupuk non-subsidi, upah, sewa lahan, transportasi—tetapi HPP belum disesuaikan selama tiga tahun. Harga lelang gula petani pun anjlok dari Rp 16.000/kg di awal musim giling Mei 2026 menjadi Rp 15.300/kg pada akhir Juli, sementara rendemen tebu di pabrik gula masih sekitar 7%, di bawah standar minimal 7,5-8%. Produksi tebu turun 10-15% akibat El Nino dan kekeringan.
APTRI telah tiga kali mengirimkan surat ke Badan Pangan Nasional terkait usulan ini. Rapat di Bapanas pada Juni 2026 bersama Kementerian Pertanian dan tim akademisi dari IPB, UGM, serta Universitas Brawijaya menyimpulkan HPP layak dinaikkan minimal Rp 15.500/kg berdasarkan survei. Selain kenaikan HPP, APTRI juga meminta penghapusan HET/HAP gula di tingkat konsumen agar harga bergerak sesuai pasar, serta menolak rencana impor 150 ribu ton raw sugar karena produksi gula nasional diproyeksikan naik dari 2,6 juta ton menjadi 2,9 juta ton. APTRI mengancam aksi unjuk rasa di Istana jika tuntutan tidak direalisasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 17.40
RI Banjir Gula Impor-Petani Tebu Merana, Pemerintah Prabowo Bertindak
Berita terkait
PG Tjepiring Kendal Komitmen Serap Tebu Petani Demi Dukung Swasembada Gula Nasional
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.24
Unik! Upacara HUT ke-81 RI di Semarang Berbahasa Jawa, Warga Tampil ala Petani
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.34
PSI Apresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo Swasembada 8 Komoditas Pangan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.13
Subak Bali, Kearifan Lokal Menjaga Sumber Air
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 13.27