Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Petani Tebu Desak Harga Gula Dilepas ke Pasar, Curhat Begini ke DPR

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyampaikan keluhan kepada DPR RI terkait harga gula serta pupuk nonsubsidi. Ketua Umam APTRI, Soemitro Samadikoen, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR RI, meminta penghapusan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula di tingkat konsumen. Ia menyatakan, petani banyak menggunakan pupuk nonsubsidi dengan biaya yang meningkat dari Rp4.300/kg di awal 2026 menjadi Rp9.700-Rp10.500/kg pasca konflik Iran-Amerika. Petani mengusulkan agar harga gula tidak dibatasi, sekaligus meminta penggunaan pupuk nonsubsidi tidak dianggap sebagai beban yang sudah ditanggung pemerintah melalui subsidi. Ia juga mengeluhkan alokasi pupuk subsidi tetap 2 hektare walaupun luas lahan lebih besar, sementara kebutuhan pupuk ZA minimal 500-600 kg/hektare. Petani siap menghadapi mekanisme pasar dengan operasi pasar sebagai pengganti HET dan HAP untuk melindungi daya beli masyarakat saat harga melonjak.

Berita terkait