Petani Tebu Desak Harga Gula Dilepas ke Pasar, Curhat Begini ke DPR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyampaikan keluhan kepada DPR RI terkait harga gula serta pupuk nonsubsidi. Ketua Umam APTRI, Soemitro Samadikoen, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR RI, meminta penghapusan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula di tingkat konsumen. Ia menyatakan, petani banyak menggunakan pupuk nonsubsidi dengan biaya yang meningkat dari Rp4.300/kg di awal 2026 menjadi Rp9.700-Rp10.500/kg pasca konflik Iran-Amerika. Petani mengusulkan agar harga gula tidak dibatasi, sekaligus meminta penggunaan pupuk nonsubsidi tidak dianggap sebagai beban yang sudah ditanggung pemerintah melalui subsidi. Ia juga mengeluhkan alokasi pupuk subsidi tetap 2 hektare walaupun luas lahan lebih besar, sementara kebutuhan pupuk ZA minimal 500-600 kg/hektare. Petani siap menghadapi mekanisme pasar dengan operasi pasar sebagai pengganti HET dan HAP untuk melindungi daya beli masyarakat saat harga melonjak.
Bagikan
Berita terkait
Petani Tebu Gerah, Blak-blakan Bilang Tak Semua Dapat Pupuk Subsidi
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.40
Petani Tebu Minta HPP Gula Naik Jadi Rp 16.875 per Kg
kumparan · 21 September 2026 pukul 15.24
Apakah HPP Gula Petani Harus Dinaikkan Tahun Ini?
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 18.58
Petani Minta HPP Gula Naik Jadi Rp 16.875/Kg
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 15.11