Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Banjir Gula Impor-Petani Tebu Merana, Pemerintah Prabowo Bertindak

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan kesiapan pemerintah memenuhi target percepatan swasembada gula dalam 2 tahun sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Langkah utama yang akan dilakukan antara lain percepatan peremajaan tanaman tebu (bongkar ratoon) yang ditargetkan mencakup 100.000 hektare tahun ini dan 150.000 hektare tahun depan, penertiban kebun wajib, serta penindakan rafinasi ilegal. Saat ini sekitar 85% tanaman tebu nasional sudah berusia tua dan tidak produktif, sehingga perlu diremajakan dengan varietas unggul.

Impor gula rafinasi yang tidak terkendali membanjiri pasar konsumsi dalam negeri dan menekan kinerja PT Perkebunan Nusantara, dengan kerugian sekitar Rp600 miliar. Harga molase anjlok dari Rp1.900 menjadi sekitar Rp1.000 per liter. Total gula petani yang tidak terserap pasar ditaksir mencapai 1,6 juta ton dengan kerugian ekonomi Rp4-7 triliun. Petani tebu di Jawa Timur mengancam mogok massal, sementara ribuan petani di Blora, Jawa Tengah, dua kali melakukan aksi protes pada April dan Juni 2026.

Pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan gula rafinasi dan importir membangun kebun tebu sendiri berdasarkan UU No. 39/2014 tentang Perkebunan yang mengatur kewajiban tersebut sejak 2014. Amran menegaskan tidak ada lagi toleransi bagi pelaku industri yang hanya mengandalkan impor tanpa berkontribusi membangun kebun di dalam negeri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait