Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PLN Butuh Rp 627 Triliun untuk Bangun PLTA 11,7 GW

PT PLN (Persero) membutuhkan investasi sebesar Rp 627,38 triliun atau setara USD 35 miliar untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas total 11,7 gigawatt (GW) dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan hal ini dalam Indonesia Hydropower Summit 2026. Proyek PLTA ini menjadi bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang ditujukan untuk mendukung transisi energi menuju target net zero emission (NZE) pada 2060. Dalam RUPTL tersebut, 76% kapasitas pembangkit baru direncanakan berasal dari energi baru terbarukan (EBT), dengan PLTA sebagai salah satu pilar utamanya.

Suroso menjelaskan bahwa kebutuhannya investasi diperkirakan berdasarkan biaya rata-rata USD 3 juta per megawatt (MW) kapasitas pembangkit. Untuk mencapai 11,7 GW, PLN membutuhkan minimal USD 35 miliar. Untuk mempercepat realisasi, PLN sedang mengembangkan skema pengadaan berbasis gigawatt hydro guna mengatasi hambatan proses pengadaan. Saat ini, PLN sedang menjalankan lelang proyek Sumatra Peaker dengan kapasitas 1 GW, dan akan segera meluncurkan lelang Sumatra Base Load dengan total kapasitas 1,8 GW, dimulai dari 350 MW pada fase awal.

Suroso menekankan pentingnya dukungan ekosistem investasi yang menarik, termasuk penyediaan kontrak yang stabil dan adil bagi semua pihak terkait. Kontrak yang dibangun harus mencerminkan prinsip keadilan, di mana risiko dan keuntungan dibagi secara adil antarpihak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait