PLTA Punya Umur Panjang, Operasi Bisa Lebih dari 100 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memiliki usia operasional sangat panjang, bahkan ada yang berumur lebih dari 100 tahun dan masih beroperasi. PLTA Lamajan, dibangun 1920-1923 pada masa kolonial Belanda dan beroperasi sejak 1925, menjadi salah satu contoh. PLTA besar lain seperti Cirata (1.008 MW, >35 tahun) dan Saguling (~700 MW) masih menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Jawa-Bali. Pembangkit hidro berkelanjutan karena memanfaatkan aliran air, andal sebagai pembangkit baseload dengan faktor kapasitas rata-rata di atas 60%, dan emisi karbon jauh lebih rendah dibanding pembangkit fosil.
PLTA juga berpotensi menjadi mitra strategis program PLTS 100 gigawatt yang didorong pemerintah. Karakteristik PLTS yang intermiten membuat PLTA penting untuk menjaga keandalan sistem sebagai baseload sekaligus peker. Tantangan utama saat ini adalah mempercepat realisasi proyek yang sudah masuk pipeline, membutuhkan proyek yang bankable dan perizinan yang lebih cepat. Dalam RUPTL 2025-2034, terdapat 315 proyek PLTA dan PLTM dengan kapasitas total 11.689,99 MW (11,7 GW). Swasta menggarap 262 proyek (48 PLTA/9.441 MW dan 214 PLTM/1.110,16 MW), sementara PLN dan subholding mengerjakan sisanya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.30
Indonesia Hydropower Summit Dorong Akselerasi PLTA sebagai Pilar Keandalan Sistem Kelistrikan
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.25
PLN Ungkap Pengembang Swasta Bakal Dominasi Proyek PLTA
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 15.30
PLN Butuh Rp 627 Triliun untuk Bangun PLTA 11,7 GW
Berita terkait
Akselerasi Pengembangan Hydropower, 9,2 GW Proyek PLTA dan PLTM Masuk Tahapan Eksekusi
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 16.12
PLN Ungkap Proyek Pembangkit Hidro 11,7 GW Perlu Investasi Rp627 T
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.57
Nagekeo Masih Terisolasi Pascagempa, Listrik dan Komunikasi Terkendala
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.24
81 Tahun Indonesia Merdeka, 500 Ribu Warga Jabar Belum Punya Listrik
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.12