Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PLTA Punya Umur Panjang, Operasi Bisa Lebih dari 100 Tahun

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memiliki usia operasional sangat panjang, bahkan ada yang berumur lebih dari 100 tahun dan masih beroperasi. PLTA Lamajan, dibangun 1920-1923 pada masa kolonial Belanda dan beroperasi sejak 1925, menjadi salah satu contoh. PLTA besar lain seperti Cirata (1.008 MW, >35 tahun) dan Saguling (~700 MW) masih menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Jawa-Bali. Pembangkit hidro berkelanjutan karena memanfaatkan aliran air, andal sebagai pembangkit baseload dengan faktor kapasitas rata-rata di atas 60%, dan emisi karbon jauh lebih rendah dibanding pembangkit fosil.

PLTA juga berpotensi menjadi mitra strategis program PLTS 100 gigawatt yang didorong pemerintah. Karakteristik PLTS yang intermiten membuat PLTA penting untuk menjaga keandalan sistem sebagai baseload sekaligus peker. Tantangan utama saat ini adalah mempercepat realisasi proyek yang sudah masuk pipeline, membutuhkan proyek yang bankable dan perizinan yang lebih cepat. Dalam RUPTL 2025-2034, terdapat 315 proyek PLTA dan PLTM dengan kapasitas total 11.689,99 MW (11,7 GW). Swasta menggarap 262 proyek (48 PLTA/9.441 MW dan 214 PLTM/1.110,16 MW), sementara PLN dan subholding mengerjakan sisanya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait