Polemik Obligasi Jakarta! Purbaya Bilang Uang DKI Banyak, Pramono Balik Jawab: Kami Juga Disuruh Bangun Banyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tetap berencana menerbitkan obligasi daerah meskipun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kas Jakarta masih kuat dan tidak mendesak untuk berutang. Pramono berargumen bahwa besarnya kebutuhan pembangunan kota, termasuk proyek LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas serta sektor kesehatan dan sosial, memerlukan ruang fiskal yang lebih besar daripada dana yang tersedia saat ini.
Purbaya menyarankan optimalisasi dana internal atau menggunakan pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai alternatif. Meski menghargai masukan pemerintah pusat, Pramono menegaskan akan tetap mengajukan obligasi guna memastikan target pembangunan jangka panjang tercapai tanpa mengganggu anggaran rutin lainnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 21.02
Purbaya Wanti-wanti Risiko Obligasi Daerah, Minta Belajar dari Pengalaman Brasil
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 18.28
Menkeu Purbaya imbau pemda siapkan mitigasi bila terbitkan obligasi
Berita terkait
Respon Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 08.20
Purbaya: Jakarta Enggak Perlu Obligasi, Uangnya Sudah Kebanyaka
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.13
Bukan Terbitkan Surat Utang, Purbaya Sarankan Pemda Pinjam Dana dari Sini
Detik.com · 3 September 2026 pukul 14.37
Purbaya Tawarkan Pinjaman PT SMI, Pramono Tetap Ngotot Ajukan Obligasi DKI
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 04.32