Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo: Banyak BUMN Yang Kerja Seenaknya dan Tidak Bertanggung Jawab kepada Negara

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah menemukan adanya 1.074 entitas BUMN, jauh melebihi perkiraannya sebelumnya yang berkisar antara 300 hingga 400 perusahaan. Temuan ini dilakukan melalui pembukaan struktur BUMN oleh Danantara. Prabowo menyoroti bahwa banyak BUMN bekerja tanpa bertanggung jawab kepada negara, bahkan ada yang mengalami kerugian namun tetap melaporkan keuntungan palsu. Selain itu, kerja sama dengan perusahaan asing juga menjadi sumber masalah yang perlu diatasi.

Untuk menackap masalah ini, pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan agar pada 31 Desember 2026, jumlah BUMN tidak lebih dari 300 perusahaan. Hanya BUMN yang dianggap produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi rakyat yang akan dipertahankan. Prabowo menegaskan bahwa status sebagai BUMN saja tidak cukup untuk dipertahankan.

Dari proses perampingan ini, pemerintah berhasil menghemat biaya overhead sebesar Rp50 triliun, yang berasal dari pengeluaran seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, hingga perjalanan dinas. Target penghematan yang ingin dicapai pada Desember 2026 adalah lebih dari Rp70 triliun. Dana yang terhemat diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan publik seperti perbaikan puskesmas, renovasi sekolah, dan penyediaan rumah bagi rakyat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait