Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Dorong Demutualisasi BEI, Bidik Bursa Naik Kelas Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan melanjutkan reformasi pasar modal melalui demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini bertujuan memperkuat kredibilitas bursa dan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global. Dalam Rapat Paripurna RAPBN Tahun 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menegaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham Indonesia, termasuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku yang melanggar aturan. Tujuannya adalah membawa pasar modal Indonesia ke standar internasional dan menjadikannya salah satu bursa terbesar di dunia.

Prabowo menekankan bahwa kekuatan pasar modal tidak hanya diukur dari besarnya transaksi atau jumlah perusahaan yang tercatat, tetapi juga dari kemampuannya membuka akses pendanaan bagi dunia usaha, termasuk perusahaan rintisan dan pengusaha nasional. Dengan demutualisasi, diharapkan perusahaan rintisan, startup, dan pengusaha lokal dapat naik kelas dengan mudah mendapatkan ekuitas dan modal untuk memperbesar skala bisnis serta dampaknya terhadap perekonomian.

Reformasi ini bertujuan menjadikan pasar modal bukan hanya sebagai tempat perdagangan saham, tetapi juga sebagai sumber pembiayaan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan perusahaan nasional secara keseluruhan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait