Prabowo: Demutualisasi Bursa Efek Indonesia untuk Kejar Standar Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8). Tujuannya adalah membangun bursa saham Indonesia yang lebih kredibel dan sejalan dengan standar internasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan reformasi terbesar dalam sejarah bursa saham Indonesia, termasuk memberikan sanksi kepada pelaku yang melanggar aturan bursa. Demutualisasi diharapkan dapat membawa pasar modal Indonesia sesuai dengan standar dunia dan menjadikannya salah satu pasar modal terbesar di dunia. Prabowo juga menekankan pentingnya pasar modal yang mengutamakan keadilan, memberikan kesempatan bagi startup dan pengusaha untuk naik kelas serta menambah ekuitas dan modal usaha.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.00
Saham Bursa Bisa Digenggam Danantara-BI, OJK Tegaskan Independensi Dijaga
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.34
Anggota DPR RI: RAPBN 2027 upaya Presiden RI lakukan transformasi
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.46
Prabowo Tak Singgung Kenaikan Gaji PNS dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 17.38
Prabowo Dorong Demutualisasi BEI, Bidik Bursa Naik Kelas Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia
Berita terkait
Prabowo Siapkan Aturan Bursa Mineral, Komoditas Utama dan Kapan Jalan
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 10.15
Golkar Puji 8 Prioritas Prabowo di RAPBN 2027: Arah Pembangunan Bangsa Terarah
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 01.30
Target Pertumbuhan 6% dengan Defisit Mengecil, RAPBN 2027 Uji Produktivitas dan Kualitas Eksekusi
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 22.03
Independensi BEI Tetap Dijaga saat Demutualisasi, OJK Akan Awasi
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 14.06