Prabowo Minta Perda yang Izinkan Bakar Lahan Direvisi, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto meminta revisi peraturan daerah yang memungkinkan pembukaan lahan dengan cara dibakar di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa meskipun beberapa perda di Kalimantan Tengah masih mengizinkan praktik pembakaran untuk pembukaan lahan, pemerintah menilai hal ini perlu dilarang atau disesuaikan agar tidak memperparah karhutla. Sebagai alternatif, pemerintah menyiapkan bantuan alat berat seperti ekskavator dan buldozer agar masyarakat dapat membuka lahan tanpa harus menggunakan api.
Pemerintah juga memperkuat upaya penanganan karhutla dengan menambah personel dan peralatan. Tiga batalyon tambahan dari Jawa, dengan total sekitar 1.200 prajurit, akan dikirim ke Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan paling lambat pada Minggu (23/8/2026). Selain itu, pemerintah menambah sarana pemadaman termasuk helikopter water bombing, pompa air, mesin bor untuk sumur, mobil tangki, dan mobil pemadam kebakaran untuk mendukung operasional di lapangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 09.47
Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas Pelaku Karhutla di Kalimantan,4 Korporasi Diselidiki
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 05.46
Prabowo Tegaskan Pembakar Hutan Bakal Dihukum
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 05.08
Legislator Kalbar Dorong Kerja Ekstra Padamkan Karhutla, Singgung Anggaran
VOI · 23 Agustus 2026 pukul 03.04
Presiden Minta Pemda Pastikan Warga Terdampak Karhutla Ditangani
Berita terkait
Prabowo Murka, 8 Perda Masih Izinkan Bakar Lahan 2 Hektare: 'Ini Menipu!'
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.03
Prabowo Soroti Ada 8 Perda Bolehkan Bakar Lahan 2 Hektare: Complete Nonsense
kumparan · 25 September 2026 pukul 16.42
Prabowo Perintahkan Raja Juli Tajam ke atas, Langsung Cabut 5 Izin
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 17.45
Wanti-wanti Prabowo: Karhutla Jangan Sampai Masuk IKN
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.50