Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Sorot BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPRD pada 14 Agustus menyoroti sejumlah BUMN yang tidak produktif, di mana ada perusahaan pelat merah yang terus merugi namun melaporkan keuntungan. Ia mengkritik hal ini sebagai praktik yang perlu dihilangkan untuk perbaikan pengelolaan BUMN, terutama karena banyak BUMN bekerja sama dengan perusahaan asing.

Pemerintah telah melakukan perampingan dengan menutup 290 BUMN, dan menargetkan jumlahnya menjadi maksimal 300 pada akhir tahun, berarti lebih dari 750 BUMN akan ditutup. Hanya BUMN yang produktif dan menciptakan nilai tambah yang dipertahankan. Perampingan ini menghemat biaya overhead sekitar Rp 50 triliun, yang sebelumnya digunakan untuk gaji direksi dan komisaris serta kegiatan tidak produktif.

Dana penghematan akan dialihkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, dan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Awalnya, pemerintah menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak, cucu, dan cicit perusahaan, jauh di atas perkiraan awal 300-400 BUMN.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait