Prabowo Sorot BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPRD pada 14 Agustus menyoroti sejumlah BUMN yang tidak produktif, di mana ada perusahaan pelat merah yang terus merugi namun melaporkan keuntungan. Ia mengkritik hal ini sebagai praktik yang perlu dihilangkan untuk perbaikan pengelolaan BUMN, terutama karena banyak BUMN bekerja sama dengan perusahaan asing.
Pemerintah telah melakukan perampingan dengan menutup 290 BUMN, dan menargetkan jumlahnya menjadi maksimal 300 pada akhir tahun, berarti lebih dari 750 BUMN akan ditutup. Hanya BUMN yang produktif dan menciptakan nilai tambah yang dipertahankan. Perampingan ini menghemat biaya overhead sekitar Rp 50 triliun, yang sebelumnya digunakan untuk gaji direksi dan komisaris serta kegiatan tidak produktif.
Dana penghematan akan dialihkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, dan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Awalnya, pemerintah menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak, cucu, dan cicit perusahaan, jauh di atas perkiraan awal 300-400 BUMN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 07.25
Prabowo Kejar Target BUMN Dipangkas Jadi 300
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 12.12
Prabowo Klaim Selamatkan Rp50 Triliun yang Dulu Habis untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.30
Prabowo Sudah Tutup 290 BUMN, Hemat Rp 50 Triliun
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.08
Prabowo Bidik Hanya Ada 300 BUMN pada Akhir 2026
Berita terkait
Prabowo Beber Penghematan Biaya Overhead BUMN Tembus Rp50 Triliun
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.37
Prabowo Puji Purbaya di Sidang Tahunan: Kalau Senyum, Saya Merasa Aman
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.07
Prabowo Mau Tutup 750 BUMN, Tersisa 300 Akhir 2026
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.59
Prabowo: BUMN Bukan Sumber Dana Penguasa
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.44