Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Sudah Tutup 290 BUMN, Hemat Rp 50 Triliun

Presiden Prabowo Subianto melaporkan penutupan 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang menghasilkan penghematan biaya overhead sekitar Rp 50 triliun per tahun. Penghematan ini diperoleh dari pengurangan gaji direksi dan komisaris serta pos pengeluaran yang dinilai tidak produktif. Uang yang dihemat akan dialihkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat.

Proses ini bermula dari temuan saat pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang mencatat ada 1.074 BUMN termasuk anak dan cucu usaha. Prabowo menilai jumlah entitas yang tidak produktif terlalu banyak dan membebani ongkos operasional. Ia menargetkan jumlah BUMN menyusut hingga paling banyak 300 pada akhir tahun ini, dengan penutupan lebih dari 750 BUMN lagi.

Prabowo menyebut langkah ini sebagai penataan korporasi berskala masif dan mungkin restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Ia menegaskan bahwa BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik direksi atau komisaris, dan bukan sumber dana bagi penguasa, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait