Prabowo Sudah Tutup 290 BUMN, Hemat Rp 50 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto melaporkan penutupan 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang menghasilkan penghematan biaya overhead sekitar Rp 50 triliun per tahun. Penghematan ini diperoleh dari pengurangan gaji direksi dan komisaris serta pos pengeluaran yang dinilai tidak produktif. Uang yang dihemat akan dialihkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat.
Proses ini bermula dari temuan saat pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang mencatat ada 1.074 BUMN termasuk anak dan cucu usaha. Prabowo menilai jumlah entitas yang tidak produktif terlalu banyak dan membebani ongkos operasional. Ia menargetkan jumlah BUMN menyusut hingga paling banyak 300 pada akhir tahun ini, dengan penutupan lebih dari 750 BUMN lagi.
Prabowo menyebut langkah ini sebagai penataan korporasi berskala masif dan mungkin restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Ia menegaskan bahwa BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik direksi atau komisaris, dan bukan sumber dana bagi penguasa, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 07.25
Prabowo Kejar Target BUMN Dipangkas Jadi 300
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 12.47
Prabowo Sorot BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 12.12
Prabowo Klaim Selamatkan Rp50 Triliun yang Dulu Habis untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.37
Prabowo Beber Penghematan Biaya Overhead BUMN Tembus Rp50 Triliun
Berita terkait
Prabowo Bidik Hanya Ada 300 BUMN pada Akhir 2026
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.08
Prabowo Puji Purbaya di Sidang Tahunan: Kalau Senyum, Saya Merasa Aman
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.07
Prabowo Mau Tutup 750 BUMN, Tersisa 300 Akhir 2026
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.59
Prabowo Minta BUMN Dipangkas jadi 300 Perusahaan, Bos Danantara: Harus Kami Akui Tidak Mudah
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 06.31