Prabowo Klaim Selamatkan Rp50 Triliun yang Dulu Habis untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penghematan sekitar Rp50 triliun yang sebelumnya digunakan untuk gaji direksi dan komisaris BUMN serta biaya overhead tidak produktif. Penghematan ini berasal dari restrukturisasi besar-besaran BUMN melalui Danantara, yang mengidentifikasi 1.074 BUMN dan anak usahanya dengan struktur yang terlalu gemuk dan tidak efisien.
Hingga saat ini, 290 BUMN telah ditutup, dan pemerintah menargetkan untuk memangkas jumlah BUMN menjadi maksimal 300 perusahaan pada akhir 2026. Artinya, lebih dari 750 BUMN akan ditutup, hanya mempertahankan entitas yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah. Dana yang dihemat akan dialokasikan untuk investasi, industrialisasi, dan peningkatan pelayanan publik demi kepentingan rakyat.
Prabowo menegaskan bahwa BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia, bukan milik direksi atau komisaris, dan harus dikelola sebagai aset negara yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Langkah ini disebut sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar yang pernah dilakukan pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 07.25
Prabowo Kejar Target BUMN Dipangkas Jadi 300
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 12.47
Prabowo Sorot BUMN Tak Produktif: Rugi Terus, Laporannya Untung
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.37
Prabowo Beber Penghematan Biaya Overhead BUMN Tembus Rp50 Triliun
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.30
Prabowo Sudah Tutup 290 BUMN, Hemat Rp 50 Triliun
Berita terkait
Prabowo Bidik Hanya Ada 300 BUMN pada Akhir 2026
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.08
Prabowo Puji Purbaya di Sidang Tahunan: Kalau Senyum, Saya Merasa Aman
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.07
Prabowo Mau Tutup 750 BUMN, Tersisa 300 Akhir 2026
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.59
Prabowo Minta BUMN Dipangkas jadi 300 Perusahaan, Bos Danantara: Harus Kami Akui Tidak Mudah
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 06.31