Prospek Harga Emas saat The Fed Bakal Agresif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam pidato di Jackson Hole pada 28 Agustus 2026 menegaskan komitmen menjaga inflasi kembali ke target 2%, sehingga pasar emas jangka pendek mengalami hambatan. Analisis TD Securities oleh Bart Melek menyatakan Fed cenderung menaikkan suku bunga acuan pada September dan Desember 2026, mengakibatkan harga emas turun sekitar US$ 125/oz ke level US$ 4.470/oz. Warsh menolak klaim penurunan inflasi PCE dan CPI yang tertinggi, sekaligus menyatakan kondisi keuangan belum restriktif. Melek memproyeksikan harga emas berada di kisaran US$ 4.200-4.700/oz akhir 2026, namun menyebut potensi perbaikan menuju US$ 5.350/oz pada Kuartal III 2027 jika inflasi stabil dan permintaan agregat menurun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 07.04
IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Investor Cermati Sinyal Hawkish The Fed
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 06.00
Wall Street Ditutup Melemah Usai The Fed Komitmen Tekan Inflasi
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 11.42
HPE Emas Naik 7,87 Persen imbas Tingginya Permintaan Global
kumparan · 1 September 2026 pukul 06.00
Investor Cermati Potensi Kenaikan Suku Bunga, Wall Street Ditutup Melemah
Berita terkait
Simak Daftar Lengkap Harga Emas Perhiasan Hari Ini 31 Agustus 2026
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.15
Top 3: Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed
Liputan6.com · 30 Agustus 2026 pukul 08.00
Harga Emas Hari Ini Tersungkur Gara-Gara Komentar Ketua The Fed
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 07.38
Harga Emas Hari Ini Melemah, Investor Menanti Data Inflasi AS
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.47