Puan Diisukan Bakal Gantikan Gibran, Said Abdullah Kesal PDIP Terus Dijadikan Kambing Hitam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan menyatakan kekecewaan terhadap narasi yang menyeret partainya ke dalam polemik sengketa keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi. Beberapa pihak menyebarkan isu bahwa Ketua DPP PDIP Puan Maharani akan menggantikan posisi Gibran jika gugatan tersebut dikabulkan. Said Abdullah, sebagai perwakilan PDIP, menyatakan keheranannya atas sikap pihak lain yang selalu mengaitkan dinamika politik dengan partainya. Ia menyampaikan rasa lelahnya terhadap pola politik yang terus-menerus menjadikan PDIP sebagai sasaran atau 'kambing hitam' atas persoalan yang terjadi di kubu politik lain. Menurutnya, setiap kali ada gejolak politik, langsung disangkutpautkan dengan PDI Perjuangan. Said Abdullah juga mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran isu murahan dan mulai mengedepankan iklim kompetisi politik yang lebih sehat dan rasional. Secara tegas, ia memastikan bahwa PDIP tidak ikut campur dalam proses hukum sengketa ijazah Gibran dan tidak memiliki agenda politik apa pun di balik kasus ini. 'Dalam konteks MK yang ijazahnya cawapres kita, PDI Perjuangan tidak punya kepentingan apa-apa,' pungkasnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Oktober 2026 pukul 13.37
Jelang Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, Puan: Kami Hormati Apa pun Keputusannya
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 13.34
Puan Soal Gugatan Ijazah Gibran: Apa Pun Hasilnya Kami Hormati
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 18.53
PDIP Minta Nama Puan Tak Digoreng Terkait Gugatan Soal Gibran di MK
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 16.34
PDIP Ingatkan Jangan Seret-seret Puan di Polemik Ijazah Gibran
Berita terkait
PDIP Semprot Pihak yang Coba Seret Nama Puan di Polemik Ijazah Gibran
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 20.01
Diisukan Bakal Gantikan Gibran, Puan Maharani Buka Suara
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 18.07
PDIP Sindir Gibran: Syarat Kerja Dimanapun Ya Ijazah, Bukan Transkrip Nilai
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 09.25
Politisi PDIP Desak Polisi Gercep Usut Suket Gibran Tanpa Tunggu Putusan MK
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 20.06