Punya 1,8 Miliar Penduduk, India Incar Mete hingga Pinang dari RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

India dengan populasi 1,8 miliar jiwa meminta Indonesia memperluas ekspor produk agro seperti kacang mete, gambir, dan pinang. Permintaan ini disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza sebagai peluang ekspor melalui keanggotaan Indonesia di BRICS. Negara-negara BRICS, termasuk India, merupakan pasar potensial bagi produk pertanian Indonesia, sekaligus menjadi tujuan impor crude palm oil (CPO) dari Indonesia.
Pemerintah Indonesia juga menawarkan produk olahan berbasis agro ke India dengan respons positif. Namun, India meminta relaksasi aturan perdagangan agar produknya juga dapat masuk ke Indonesia, menginginkan keseimbangan perdagangan. Meski Indonesia saat ini surplus dalam neraca perdagangan dengan India, Faisol menyatakan bahwa pasar India enam kali lebih besar dari pasar dalam negeri Indonesia, sehingga penerapan resiprokal dapat memberikan keuntungan bagi produk Indonesia.
BRICS diharapkan menjadi ruang ekspor bagi produk Indonesia ke negara anggota lainnya yang selama ini belum optimal. Kolaborasi perdagangan ini menunjukkan potensi penguatan ekonomi melalui kerja sama regional dan multilateral.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 14.35
Suarakan 4 Poin Utama di India, Ini Sikap Tegas RI di BRICS
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 04.45
Wamendag Ungkap Jurus Kejar Target Ekspor Rp5.618 T
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.55
RI Kalah Lawan Thailand, Vietnam-Singapura, Wamendag Kasih Pesan Tegas
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 17.10
Incar Pasar Amerika Latin, RI Gandeng Brasil Buka Akses Dagang
Berita terkait
Dorong Kelancaran Arus Perdagangan Dunia, Indonesia Hadiri Forum BRICS 2026 di India
JawaPos · 18 September 2026 pukul 15.30
Harga Referensi CPO Naik, Bea Keluar Ditetapkan US$ 178 per Ton
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 19.00
Bamsoet Tegaskan RI Harus Jadi Kekuatan Penyeimbang Persaingan Global
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.09
Kadin: Ekspor RI masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 13.59