Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bayar Utang Kereta Cepat: Tak Perlu Investor Baru

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Purbaya) menyatakan bahwa perusahaan Special Mission Vehicle (SMV) yang ditugaskan untuk menangani kewajiban utang Kereta Cepat tidak perlu mencari investor baru. Menurutnya, kapasitas keuangan perusahaan SMV di dalam ekosistem yang ada sudah cukup untuk membayar utang setiap tahun. Salah satu perusahaan SMV diperkirakan dapat mencatatkan keuntungan sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun per tahun, ditambah dengan laba operasional sekitar Rp800 miliar. Dengan kemampuan keuangan tersebut, Purbaya menilai perusahaan tersebut mampu memenuhi kewajiban pembayaran utang tanpa perlu pendanaan tambahan dari investor eksternal.

Pemerintah belum menentukan perusahaan SMV mana yang akan ditugaskan untuk menangani utang Kereta Cepat. Purbaya menyampaikan bahwa proses pengalihan pengelolaan Kereta Cepat ke pemerintah tidak melibatkan pembayaran kepada Danantara. Pengalihan dilakukan melalui penyertaan ekuitas senilai nol rupiah, sementara pemerintah akan mengambil alih kewajiban utang ke depan.

Setelah proses pengalihan selesai pada pertengahan September 2026, pemerintah akan menghitung besaran kewajiban utang dan menentukan perusahaan yang akan menangani pembayaran. Purbaya menekankan bahwa keputusan mengenai nama perusahaan SMV yang terlibat belum diambil saat ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait