Raksasa Ritel AS Ini Raup Untung Rp 17,76 Triliun dari Pengembalian Tarif Trump
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9329232/original/064579100_1787227761-Gerai_Target-20_Agustus_2026a.jpg)
Raksasa ritel AS Target menerima pengembalian tarif impor sebesar US$ 994 juta (Rp 17,69 triliun) dari pemerintah AS, meningkatkan keuntungan operasional kuartal kedua menjadi US$ 2,6 miliar (Rp 46,19 triliun), dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pengembalian ini disebabkan oleh putusan Mahkamah Agung yang menyatakan tarif impor Presiden Donald Trump tidak sah. Target menjadi salah satu dari banyak perusahaan yang mendapatkan pengembalian dana akibat kebijakan ini. Namun, Trump tetap menerapkan bea masuk melalui berbagai cara hukum, dan baru-baru ini mengumumkan penundaan pajak impor dari Kanada selama tiga hari. Trump juga mengancam akan menerapkan bea masuk 50% pada impor senilai US$ 20 miliar dari Kanada jika negosiasi tidak berhasil. Pemerintah AS telah mengembalikan total US$ 100 miliar (Rp 1,776 triliun) dalam bentuk pengembalian tarif, yang mewakili sekitar 60% dari total pendapatan tarif yang dikumpulkan.
Bagikan
Berita terkait
Raksasa Migas Untung Besar di Tengah Perang, Trump Uring-uringan
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 20.10
Trump Geram Perusahaan-perusahaan Minyak Untung Besar saat Perang Iran
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 13.31
Trump Pamer Kontak Kim Jong Un, Adiknya Langsung Bilang Begini
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.40
Trump Klaim Selat Hormuz, Iran 'Caplok' California
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.05