Rebranding Kopdes Merah Putih Dikritik Tajam, Tere Liye Sebut Kebijakan Pemerintah Masih Terlalu 'Galau'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Akuntan dan penulis Tere Liye mengkritik kebijakan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih pemerintah yang dinilainya sering mengubah konsep. Awalnya ditujukan sebagai toko rakyat serba ada, konsep kemudian berubah-ubah menjadi hilirisasi komoditas lokal, offtaker pertanian, cold chain, hingga carbon trading. Tere Liye menyoroti alokasi anggaran mencapai Rp240 triliun untuk pembangunan puluhan ribu unit, pembelian kendaraan, peralatan, hingga pelatihan manajer. Ia mempertanyakan rebranding program yang belum teruji operasionalnya, membandingkannya dengan timnas yang belum ikut Piala Dunia namun minta VAR. Menurutnya, efektivitas hanya bisa dinilai setelah koperasi beroperasi dan menghasilkan laporan keuangan dalam enam bulan.
Bagikan
Berita terkait
Berbeda dengan Danantara, Agrinas Tegaskan Manajer Kopdes Merah Putih Pegawai BUMN Dikontrak 2 Tahun
JawaPos · 23 September 2026 pukul 20.30
KSP Pastikan Perpres Nomor 82 Tahun 2026 Tentang Tata Kelola Kopdes Merah Putih Sudah Terbit
JawaPos · 23 September 2026 pukul 20.15
SK dan Gaji Manajer Terbit, Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 19.31
Donny Oskaria Luruskan Status Manajer Kopdes Merah Putih: Bukan Pegawai BUMN
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 18.04