Regulator Perdagangan Amerika Serikat Gugat Amazon, Soal Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1850017/original/095298100_1517287343-20180129-The-Spheres_-Kantor-Baru-Amazon-yang-Mirip-Rumah-Kaca-AP-6.jpg)
Komisi Perdagangan Federal AS (FTC), didukung 22 negara bagian, menggugat Amazon pada 31 Agustus 2026 atas tuduhan menaikkan harga minimum iklan secara ilegal. FTC menyatakan Amazon menggelembongkan harga lelang iklan tanpa pengetahuan pengiklan, menyebabkan kerugian setidaknya US$ 20 miliar (Rp 354,2 triliun). Gugatan fokus pada tiga jenis iklan: sponsored products, brand, dan display ads, dengan tuduhan Amazon ikut menawar sendiri untuk menaikkan biaya. FTC berencana menuntut ganti rugi puluhan miliar dolar AS.
Amazon membantah tuduhan tersebut, menegaskan kebijakan iklannya bertujuan menampilkan iklan relevan dan rata-rata biaya per klik tetap stabil dari 2019 hingga 2024. Perusahaan juga mengklaim berhasil menghemat pengiklan sekitar US$ 8 miliar (Rp 141,7 triliun) antara 2021 hingga 2025, dengan rata-rata tawaran pemenang lelang turun 50% sejak 2019.
Gugatan ini merupakan bagian dari upaya regulasi yang lebih luas terhadap perilaku monopolistik Amazon. Pendapatan iklan Amazon mencapai US$ 19,8 miliar (Rp 350,6 triliun) pada kuartal kedua 2026, dengan pertumbuhan 22% sepanjang 2025 mencapai US$ 68,6 miliar (Rp 1.215 triliun). Amazon dijadwalkan menghadapi persidangan tahun depan terkait gugatan terpisah mengenai tuduhan monopoli harga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 06.18
FTC dan 22 Negara Bagian AS Gugat Amazon Atas Dugaan Manipulasi Harga Iklan Rp364 Triliun
Berita terkait
Streamer Twitch Gugat Amazon, Tuding Kontennya Dipakai untuk Melatih AI Tanpa Izin
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 14.10
Roy Suryo: Akhirnya Ketahuan Pihak yang Bikin Sidang Kasus Ijazah Jokowi Ditunda
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 18.00
Raksasa Kebanggaan China Masuk Daftar Hitam, Begini Responsnya
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.45
Gugatan Ubah Nama 'Laut Cina Selatan' Jadi 'Laut Natuna Utara' Kandas di MK
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.07