RI Dorong Ratifikasi IEU CEPA, Perbesar Peluang Ekspor ke Eropa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia mendorong percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) untuk memperbesar peluang ekspor ke pasar Uni Eropa. Menko Bidar Ekonomi Airlangga Hartarto menyampaikan IEU CEPA sebagai 'game changer' untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan ketahanan ekonomi. Dorongan ini penting karena skema tarif preferensial Generalised Scheme of Preferences (GSP) yang selama ini dinikmati Indonesia akan berakhir pada akhir tahun ini. Dokumentasi perjanjian dalam bahasa Inggris sudah hampir selesai, dengan target penandatanganan pada Oktober 2025. Setelah ditandatangani, IEU CEPA akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk ratifikasi, sementara di Indonesia akan menggunakan mekanisme Peraturan Presiden untuk percepatan implementasi.
Jika disahkan, IEU CEPA akan memberi Indonesia akses pasar dengan penghapusan tarif 0 persen untuk 90,4 perseribu pos tarif, sementara 8,37 persen sisanya akan berkurang bertahap. Kemudahan ini diharapkan memperluas ekspor Indonesia di sektor unggulan seperti sawit, alas kaki, kopi, furnitur, pertanian, perikanan, dan telekomunikasi. Sebaliknya, Uni Eropa juga mendapat akses lebih luas ke pasar Indonesia.
Ratifikasi IEU CEPA juga membuka potensi investasi dari Uni Eropa ke sektor bernilai tambah tinggi seperti manufaktur maju, energi terbarukan, kendaraan listrik, digital, dan farmasi. Duta Besar UE Denis Chaibi menyatakan dukungan kuat terhadap perjanjian ini dan menyampaikan bahwa proses ratifikasi dapat memicu minat investasi yang lebih kuat dari perusahaan Eropa. Ia juga menyambut baik usulan Apindo untuk membentuk Joint Task Force agar pelaku bisnis terlibat dalam persiapan implementasi CEPA.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 14.38
Ratifikasi IEU CEPA Membuka Peluang Bisnis-Investasi Lebih Besar di RI
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.20
IEU-CEPA Jalan Tahun Depan, RI Incar 94% Pos Tarif Dinolkan!
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.36
Neraca Pembayaran RI Defisit US$ 900 Juta, Ini Penyebabnya
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.45
Defisit Neraca Pembayaran Indonesia Mengecil di Kuartal II 2026
Berita terkait
Kawasan Industri Kaltara Serap 11 Ribu Tenaga Kerja, Investasi Capai Rp14 Triliun
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.49
Mencari Mesin Baru Buat Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Prabowo
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.52
Bea Cukai Genjot Investasi dan Ekspor PT Kimia Jiuding Indonesia Lewat Fasilitas Ini
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.05
Bea Cukai Genjot Investasi dan Ekspor PT Kimia Jiuding Indonesia Lewat Fasilitas Ini
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.05