Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Dorong Ratifikasi IEU CEPA, Perbesar Peluang Ekspor ke Eropa

Pemerintah Indonesia mendorong percepatan ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) untuk memperbesar peluang ekspor ke pasar Uni Eropa. Menko Bidar Ekonomi Airlangga Hartarto menyampaikan IEU CEPA sebagai 'game changer' untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan ketahanan ekonomi. Dorongan ini penting karena skema tarif preferensial Generalised Scheme of Preferences (GSP) yang selama ini dinikmati Indonesia akan berakhir pada akhir tahun ini. Dokumentasi perjanjian dalam bahasa Inggris sudah hampir selesai, dengan target penandatanganan pada Oktober 2025. Setelah ditandatangani, IEU CEPA akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk ratifikasi, sementara di Indonesia akan menggunakan mekanisme Peraturan Presiden untuk percepatan implementasi.

Jika disahkan, IEU CEPA akan memberi Indonesia akses pasar dengan penghapusan tarif 0 persen untuk 90,4 perseribu pos tarif, sementara 8,37 persen sisanya akan berkurang bertahap. Kemudahan ini diharapkan memperluas ekspor Indonesia di sektor unggulan seperti sawit, alas kaki, kopi, furnitur, pertanian, perikanan, dan telekomunikasi. Sebaliknya, Uni Eropa juga mendapat akses lebih luas ke pasar Indonesia.

Ratifikasi IEU CEPA juga membuka potensi investasi dari Uni Eropa ke sektor bernilai tambah tinggi seperti manufaktur maju, energi terbarukan, kendaraan listrik, digital, dan farmasi. Duta Besar UE Denis Chaibi menyatakan dukungan kuat terhadap perjanjian ini dan menyampaikan bahwa proses ratifikasi dapat memicu minat investasi yang lebih kuat dari perusahaan Eropa. Ia juga menyambut baik usulan Apindo untuk membentuk Joint Task Force agar pelaku bisnis terlibat dalam persiapan implementasi CEPA.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait