Risiko Defisit AS & Harga Minyak Naik, Rupiah Diproyeksi Tembus hingga Rp 18.100
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah diproyeksi melemah hingga Rp 18.100 per dolar AS pada Oktober 2024 akibat tekanan eksternal dari defisit fiskal AS yang ditinggikan ke USD 2,1 triliun pada 2026, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST) 10 tahun mencapai 5,3 persen. Harga minyak Brent naik ke USD 103,5/barel memperparah tekanan inflasi dan kebutuhan devisa Indonesia sebagai negara pengimpor. Meski demikian, Bank Indonesia terus melakukan stabilisasi pasar, didukung arus masuk SBN Rp 2,4 triliun September dan pertumbuhan ekonomi kuartal II 5,29 persen. Ekonom menyarankan pemerintah memperkuat disiplin fiskal dan pasokan devisa untuk menjaga rupiah berfluktuasi di sekitar Rp 18.000.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.38
Rupiah Makin Loyo, Pengaruh Harga Minyak Makin Kuat
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.33
Rupiah Merosot ke 17.903 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
Berita terkait
Rupiah Jatuh Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Tiga Jalur
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 13.20
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
Rupiah Bangkit ke Rp17.892 per Dolar AS Jumat Sore
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.15
Rupiah Melemah hingga Inflasi Bayangi Pasar Properti
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.15