Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Risiko Defisit AS & Harga Minyak Naik, Rupiah Diproyeksi Tembus hingga Rp 18.100

Rupiah diproyeksi melemah hingga Rp 18.100 per dolar AS pada Oktober 2024 akibat tekanan eksternal dari defisit fiskal AS yang ditinggikan ke USD 2,1 triliun pada 2026, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST) 10 tahun mencapai 5,3 persen. Harga minyak Brent naik ke USD 103,5/barel memperparah tekanan inflasi dan kebutuhan devisa Indonesia sebagai negara pengimpor. Meski demikian, Bank Indonesia terus melakukan stabilisasi pasar, didukung arus masuk SBN Rp 2,4 triliun September dan pertumbuhan ekonomi kuartal II 5,29 persen. Ekonom menyarankan pemerintah memperkuat disiplin fiskal dan pasokan devisa untuk menjaga rupiah berfluktuasi di sekitar Rp 18.000.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait