Rupiah Jatuh Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Siapkan Intervensi Tiga Jalur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah terus melemah hingga Rp18.002 per dolar AS pada Selasa (29/9/2026), melewati psikologis baru. Penyebab utama adalah kombinasi kecemasan inflasi global, lonjakan harga energi dunia (minyak di atas USD108 per barel), serta siklus kebutuhan valuta asing domestik. Kenaikan harga minyak terjadi karena belum ada kesepakatan pembukaan Selat Hormuz. Dampaknya, imbal hasil US Treasury 10 tahun melonjak menjadi 5,23%, level tertinggi sejak 2007, memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang. Bank Indonesia (BI) menyiapkan intervensi melalui tiga jalur untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah semakin mempengaruhi ekonomi Indonesia yang bergantung pada ekspor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 09.18
Rupiah Dibuka Melemah Rp17.903 per USD, Pasar Soroti Kenaikan Harga Minyak Dunia
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.10
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.35
BI Tak Tinggal Diam Rupiah Anjlok! Masuk ke Pasar, Langsung Intervensi
Berita terkait
BI Buka Suara Soal Dolar AS Rp17.900, Ini Biang Keroknya
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.22
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
2 Sentimen Pengaruhi Rupiah Melemah ke Rp 17.590 terhadap Dolar AS Hari Ini
JawaPos · 11 September 2026 pukul 07.30
Rupiah Hari Ini Kembali Loyo ke 17.774 Imbas Harga Minyak
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.45