Risiko Geopolitik dan Perlambatan Ekonomi Global Bayangi Pasar Keuangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia masih terjaga meski di tengah risiko geopolitik tinggi di Timur Tengah, terutama penutupan Selat Hormuz yang memicu volatilitas harga komoditas dan inflasi global. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi global cenderung memoderasi, seperti yang terlihat dari pertumbuhan AS di bawah ekspektasi pasar dan pelambatan PDB Tiongkok menjadi 4,3% yoy. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah negara maju dipicu oleh peningkatan belanja modal perusahaan hyperscaler. OJK juga berfokus pada memperkuat reformasi pasar modal, termasuk proses demutualisasi bursa dan peningkatan penegakan hukum di sektor pasar modal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 14.16
OJK Tekankan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Berita terkait
Solikin Juhro Jalani Uji Kelayakan di DPR, Tawarkan 8 Strategi BI untuk Ekonomi
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 16.07
BI Prediksi Suku Bunga the Fed Naik
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 15.45
KSPI Hitung Upah Minimum 2027 Bisa Naik 7,5-8,5%, Masih Tunggu Data BPS
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.39
Buruh Minta Upah Minimum Tahun Depan Naik 7-9%
Detik.com · 7 September 2026 pukul 16.22