Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah diprediksi melemah seiring pelaku pasar cermati hasil RDG BI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.860 per dolar AS. Namun, analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah melemah di kisaran Rp17.850-Rp17.900 karena pelaku pasar berhati-hati mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia siang hari yang sama. Rully memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di 5,75 persen, namun akan lebih aktif di pasar valas dan obligasi. Para analis lain juga memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga, didukung oleh inflasi yang sudah turun di bawah 3 persen dan perbaikan capital inflow. Selain itu, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang lebih lambat juga mendukung nilai tukar rupiah. LPEM FEB UI juga memperkirakan BI-Rate akan bertahan di 5,75 persen, dengan BI masih memiliki ruang untuk menahan suku bunga seiring tekanan eksternal yang mereda akibat tensi geopolitik di Timur Tengah. Rully menambahkan bahwa harga minyak yang tinggi dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS, terutama tenor jangka panjang, turut mempengaruhi nilai tukar rupiah, dengan obligasi pemerintah AS 30 tahun mencapai 5,34 persen dan 10 tahun mencapai 4,75 persen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait