Rupiah Berpotensi Menguat Hari Ini, Sentimen Ekonomi AS dan Intervensi BI Jadi Penentu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat kembali terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (18/8), setelah ditutup melemah 29 poin menjadi Rp 17.798 per dollar AS pada Senin (17/8). Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memprediksi fluktuasi rupiah berada dalam rentang Rp 17.750-Rp 17.800, dengan sentimen eksternal dan internal sebagai faktor utama penggerak. Data ekonomi AS yang melemah, termasuk penurunan sentimen konsumen dan penjualan ritel terbesar dalam lebih dari setahun, mengurangi tekanan bagi Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneternya, memberikan dukungan bagi aset sensitif suku bunga seperti logam mulia. Pasar juga menantikan risalah rapat The Fed bulan Juli yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (19/8), yang diharapkan memberikan gambaran kebijakan moneter AS. Di sisi domestik, pasar keuangan Indonesia libur untuk peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, namun Bank Indonesia tetap melakukan intervensi melalui NDF untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Perhatian pasar minggu ini juga tertuju pada pengumuman suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan pada Rabu (19/8).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 17.12
Rupiah bergerak menguat seiring keputusan BI tahan suku bunga acuan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.31
Rupiah Hari Ini Berpotensi Melemah, Pasar Tunggu Hasil RDG BI
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 10.22
Rupiah diprediksi melemah seiring pelaku pasar cermati hasil RDG BI
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.28
Rupiah Menguat ke Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga BI Rate 5,75 Persen
Berita terkait
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.860
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 09.08
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.753 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.33
Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,14%, Dolar AS Turun Jadi Rp17.800
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Ditutup Menguat Usai Tertekan 4 Hari Beruntun
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 15.05