Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp 17.950, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah ke kisaran Rp 17.900-Rp 17.950 per dollar AS pada perdagangan Selasa (29/9), setelah ditutup melemah 75 poin menjadi Rp 17.978 per dollar AS pada Senin (28/9). Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen eksternal seperti konflik perdagangan AS-Tiongkok, kebijakan moneter Federal Reserve, dan ketegangan di Selat Hormuz serta serangan Houthi di Laut Merah yang meningkatkan kekhawatiran pasokan energi. Situasi geopolitik yang tidak menentu ini mendorong alokasi aset ke aman di mata uang asing seperti dollar AS, sekaligus menekan apresiasi rupiah. Ibrahim menambahkan, harga minyak global yang bertahan di atas USD 90 per barel meningkatkan risiko inflasi, beban fiskal, dan tekanan pada keseimbangan eksternal Indonesia melalui tiga jalur utama. Tekanan ini menjadi faktor kunci yang perlu diwaspadai oleh kebijakan moneter dan fiskal nasional dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 09.10
Rupiah Tertekan di Awal Perdagangan, Dekati Level Psikologis ke Rp18.000 per USD
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 10.02
Breaking! Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.26
Rupiah Jebol Level Rp18 Ribu per Dolar AS Pagi Ini
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.25
Pemerintah Pede Rupiah Tak Akan Lampaui Rp17.500/US$ Sampai 2027
Berita terkait
Angin Segar Penguatan Rupiah Diramal Mulai Berhembus hingga Akhir 2026, Ini Penyebabnya
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 08.15
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Apa Kabar Kurs Rupiah?
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 12.49
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.935, Pasar Masih Cermati Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 09.16
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10