Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot!

Nilai tukar rupiah menguatkan tekanan hingga diperdagangan 28 September 2026, bertutup di Rp17.965 per dolar AS, hanya 35 poin di atas level psikologis Rp18.000. Rupiah terdepresiasi 0,53% pada hari itu setelah dibuka melemah 0,22% di Rp17.920. Tekanan mata uang ini bertahan sejak beberapa waktu terakhir, dipengaruhi oleh dinamika global seperti kebijakan suku bunga AS dan sentimen pasar keuangan internasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah fokus meningkatkan penerimaan devisa melalui ekspor, sekaligus menilai pelemahan rupiah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi domestik. Menurutnya, fundamental makroekonomi Indonesia masih dalam kondisi baik, sehingga pemerintah belum melihat kebutuhan untuk mengubah asumsi dasar ekonomi.

Meski rupiah mendekati Rp18.000, pemerintah tetap mempertahankan asumsi nilai tukar Rp17.500 per dolar AS dalam RAPBN 2027. Airlangga menegaskan optimisme pemerintah terhadap stabilitas mata uang nasional, meski mengakui adanya faktor eksternal dan sentimen pasar yang memengaruhi pergerakan rupiah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait