Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibuka Hijau, Dolar AS Turun ke Rp17.720 Pagi Ini

Rupiah dibuka menguat 0,11% ke Rp17.720 per dolar AS pada perdagangan Jumat (21/8/2026), melanjutkan tren positif dari dua sesi sebelumnya. Penguatan ini sekaligus menekan indeks dolar AS (DXY) 0,10% ke 98,799. Dinamika ini dipengaruhi oleh rencana Departemen Keuangan AS yang akan menggandakan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang menjadi minimal US$4 miliar per operasi, sebagai upaya menenangkan pasar yang diguncang defisit fiskal. Namun, kebijakan ini justru memicu jual dolar karena pasar khawatir tekanan defisit akan beralih ke pelemahan mata uang.

Pasar sedang menantikan pidato Federal Reserve Chair Kevin Warsh di simposium Jackson Hole untuk petunjuk suku bensa. Data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026 yang akan diumbar Bank Indonesia juga menjadi sorotan. Pada kuartal I-2026, NPI mencatat defisit US$9,1 miliar, berbalik dari surplus US$6,1 miliar pada kuartal IV-2025. Perbaikan NPI diproyeksikan dapat mendukung rupiah, sementara defisit yang melebar berisiko membatasi penguatan mata uang.

Peluang kenaikan suku bunga AS pada September diperkirakan 35%, naik menjadi 67% pada Desember. Risiko inflasi masih menjadi kekhawatirkan The Fed, sehingga sejumlah pejabat siap menaikkan suku bunga jika inflasi tidak mendekat ke target 2%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait