Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.860
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah terbuka di level Rp17.860 per dolar AS, turun 0,20% dari posisi sebelumnya di Rp17.830. Penurunan ini melanjutkan tekanan yang terjadi sehari sebelumnya ketika rupiah melemah 0,56%. Indeks dolar AS (DXY) bertahan di 100,425 setelah menguat 0,21% pada perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, pasar menantikan keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung Selasa hingga Rabu. Konsensus pasar memperkirakan BI Rate tetap di 5,75%, sementara deposit facility dan lending facility diperkirakan bertahan di 4,75% dan 6,5%.
Kedua, dolar AS tetap kuat setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan lanjutan. Menurut CME FedWatch, peluang The Fed menaikkan suku bunga pada Oktober mencapai 55%, naik dari 43% sepekan sebelumnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 10.10
Jelang Pengumuman Suku Bunga BI, Rupiah Melemah ke Rp17.860 per Dolar AS
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 16.17
Rupiah melemah dipengaruhi antisipasi kenaikan suku bunga lanjutan Fed
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 17.23
Rupiah Hari Ini Lesu ke 17.884 Tersengat Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.43
Investor Fokus kepada The Fed, Rupiah Kembali Melemah
Berita terkait
Rupiah Ditutup Melemah 0,14%, Dolar AS Naik ke Rp17.850
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 15.06
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Loyo, Dolar AS Kini Tembus Rp17.860
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 09.08
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.725 Pagi Ini
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Dibuka Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.750
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 09.08