Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.840

Pada perdagangan Rabu (12/8/2026), rupiah melemah tipis 0,06% ke posisi Rp17.840 per dolar AS, melanjutkan tekanan dari hari sebelumnya. Penguatan indeks dolar AS (DXY) ke 99,851 memberi tekanan tambahan. Pasar menantikan data inflasi konsumen AS periode Juli untuk menilai kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Peluang pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September sebesar 52%, sementara peluang kenaikan 25 basis poin berada di 48%.

Tekanan inflasi kembali meningkat akibat kenaikan harga minyak pasca-serangan di jalur pelayaran Timur Tengah. Hal ini mendukung dolar AS dan membatasi ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga meski laporan ketenagakerjaan AS melemah. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menekankan kekhawatiran utama saat ini adalah inflasi yang terlalu tinggi, bukan pelemahan pasar tenaga kerja.

Di sisi lokal, rupiah tidak mendapat dukungan kuat dari data penjualan eceran Indonesia yang masih terkontraksi 3% secara tahunan pada Juni 2026. Kontraksi ini telah berlanjut selama tiga bulan berturut-turut, meskipun ada peningkatan 0,7% secara bulanan pada Indeks Penjualan Riil didorong oleh permintaan selama HBKN dan libur sekolah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait