Rupiah Hari Ini Melemah Dipengaruhi Iran dan Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
Rupiah melemah tipis pada perdagangan Kamis (13/8/2026) menjadi 17.879 per dolar AS, dipengaruhi ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah terkait Iran dan Selat Hormuz. Iran mengajukan enam syarat kepada AS terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, termasuk penghentian ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran serta pemberian kompensasi atas kerugian konflik. Iran juga siapkan undang-undang yang melarang kapal militer dan komersial negara "musuh" memasuki Selat Hormuz tanpa persetujuan. Keempat tekanan rupiah diperkuhi oleh rilis data inflasi AS yang sesuai ekspektasi pasar, dengan inflasi tahunan 3,4 persen dan inflasi inti 2,5 persen. Pasar yakin Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada September, dengan probabilitas 60 persen. Amru Syifa memrediksi rupiah dalam jangka pendek akan konsolidatif dengan peluang penguatan terbatas di kisaran 17.750-17.850 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.44
Ketidakpastian Geopolitik Timteng Bikin Rupiah Sulit Bangkit
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 17.58
Awas! Rupiah Jatuh Lagi Kesandung Sentimen Eksternal, Hari Ini Sentuh Rp17.861 per Dolar AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 10.40
Donald Trump segera Mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.46
Trump Klaim Bakal Kuasai Selat Hormuz, Iran Reaksi Keras: "Akan Tetap Milik Iran!"
Berita terkait
Rupiah melemah dipengaruhi potensi pengetatan kebijakan moneter Fed
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 16.08
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran tekanan inflasi global
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.36
Rupiah melemah dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 10.13
Bos BI Buka-bukaan Penyebab Rupiah Melemah
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 16.54