Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini

Pada Senin, 10 Agustus 2026, Rupiah menguat 0,48% ke Rp17.800 per dolar AS, memperpanjang tren positif dari pekan sebelumnya. Penguatan ini terjadi meskipun indeks dolar AS (DXY) naik 0,12% ke 99,666, namun masih di posisi terendah dua bulan karena data ketenagakerjaan AS yang lemah pada Juli, yang menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja. Hal ini menurunkan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada September menjadi sekitar 44% dari 67%. Perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, dengan ekspektasi inflasi inti naik 0,2% secara bulanan dan melandai menjadi 2,5% secara tahunan pada Juli. Sementara itu, harga minyak Brent naik 1,4% ke sekitar US$85 per barel karena ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz. Dari dalam negeri, Bank Indonesia akan merilis Survei Konsumen Juli, dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) diperkirakan turun ke 116 dari 117,8 pada Juni, tetapi masih di zona optimistis. Hasil survei ini akan dinilai untuk mengukur ketahanan konsumsi rumah tangga setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% di kuartal II-2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait