Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.800 Pagi Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada Senin, 10 Agustus 2026, Rupiah menguat 0,48% ke Rp17.800 per dolar AS, memperpanjang tren positif dari pekan sebelumnya. Penguatan ini terjadi meskipun indeks dolar AS (DXY) naik 0,12% ke 99,666, namun masih di posisi terendah dua bulan karena data ketenagakerjaan AS yang lemah pada Juli, yang menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja. Hal ini menurunkan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada September menjadi sekitar 44% dari 67%. Perhatian pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, dengan ekspektasi inflasi inti naik 0,2% secara bulanan dan melandai menjadi 2,5% secara tahunan pada Juli. Sementara itu, harga minyak Brent naik 1,4% ke sekitar US$85 per barel karena ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz. Dari dalam negeri, Bank Indonesia akan merilis Survei Konsumen Juli, dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) diperkirakan turun ke 116 dari 117,8 pada Juni, tetapi masih di zona optimistis. Hasil survei ini akan dinilai untuk mengukur ketahanan konsumsi rumah tangga setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% di kuartal II-2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.50
Rupiah Menguat ke Rp17.816 per Dolar AS Pagi Ini
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 20.19
Harga Minyak Masih Bergejolak, Bagaimana Pasokan Pertalite dan Biodiesel?
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.15
Rupiah Hari Ini Anjlok ke 17.861 Tersengat Konflik AS-Iran
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 16.10
Rupiah Lunglai ke Rp17.861 per Dolar AS Selasa Sore
Berita terkait
Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Dolar AS Turun ke Rp17.820
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.08
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp17.865
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 15.09
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.840
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Dibuka Melemah terhadap Dolar AS, Begini Prediksi Hari Ini
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 10.33