Rupiah Ditutup Tertekan, Pasar Nantikan Keputusan BI Rate dan Cermati Risiko Fiskal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah menutup di level Rp17.847 per USD pada Senin (21/9/2026), turun 89 poin dari Rp17.758. Penyebab utama tekanan rupiah adalah kebijakan domestik seperti pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) serta ekspektasi keputusan Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) September 2026. OJK akan mengambil pengawasan BMKS dari Bappebti mulai 1 Januari 2027. Pengamat Ibrahim Assuaibi menyatakan pasar akan memantau kebijakan moneter BI, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan 25 basis poin. BI-Rate saat ini 5,75% after dipertahankan pada RDG Agustus 2026. Di samping faktor moneter, kondisi fiskal Indonesia juga menjadi sorotan, terutama postur RAPBN 2027 yang menunjukkan defisit anggaran 2,40% dari PDB, di bawah batas 3% yang dianggap sebagai stempel kesehatan fiskal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 18.30
Ekonom Prediksi BI Rate Naik 25 Bps, Ini Alasannya
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 16.08
Rupiah melemah dipengaruhi ketegangan geopolitik di Asia Barat
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.31
BI Beber Biang Kerok Rupiah Melemah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 15.06
Rupiah Ditutup Melemah 0,54%, Dolar AS Kini Parkir di Rp17.825
Berita terkait
Video: Pengelola Dana Jumbo Ungkap Nasib Rupiah-Kebijakan BI dan The Fed
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 15.33
Bidik Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Patok Rupiah 17.500 per Dolar AS
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 15.05
Rupiah Makin Kuat, USD Berada di Level Rp 17.694
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.08
Rupiah Menguat ke Rp17.694 per Dolar AS Usai BI Tahan Suku Bunga
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.34