Rupiah Makin Dekati 18.000 per Dolar AS, Data Ekonomi AS Jadi Pemicu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah 0,55 persen menjadi 17.916 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (24/9/2026), didorong oleh penguatan dolar AS setelah data Flash PMI AS September mencapai 58,4, level tertinggi sejak Juli 2021. Menurut Muhammad Amru Syifa dari ICDX, sentimen global menjadi faktor utama yang menekan rupiah, sementara tekanan biaya dan inflasi yang persisten mempertegas ekspektasi kebijakan moneter Fed yang ketat. Penguatan dolar AS memberikan tekanan pada mata uang emerging markets termasuk rupiah. Di sisi domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen dan menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar. Cadangan devisa Indonesia yang kuat di US$ 146,5 miliar juga mendukung ketahanan eksternal. Pergerakan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik, dengan pasar menantikan pengembangan data ekonomi AS dan kebijakan moneter selanjutnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885
Detik.com · 24 September 2026 pukul 11.55
Rupiah Terjepit, Yield AS 5,11% hingga Minyak Tembus US $100
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.02
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini
Berita terkait
Rupiah Terbang Tinggi, Hari Ini Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 17.50
Rupiah Menguat ke 17.640, Cadangan Devisa Agustus 2026 Jadi Penopang Hari Ini
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 19.30
Rupiah Ditutup Stagnan, Dolar AS Bertahan di Level Rp17.630
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.05
Rupiah Dibuka Menguat 0,11%, Dolar AS Turun ke Rp17.610
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.08