Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

Nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis 0,03% di posisi Rp17.675 per dolar AS pada perdagangan Rabu (16/9/2026), mengakhiri rangkaian pelemahan selama empat hari. Sepanjang sesi tersebut, rupiah sempat melemah hingga Rp17.740 sebelum pulih dan menutup 65 poin di atas level terlemahnya. Penguatan ini sekaligus menekan indeks dolar AS (DXY) 0,05% ke 99,564, setelah sebelumnya masih menguat 0,12% di pukul 09.00 WIB.

Pasar sedang menanti keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang diumumkan Kamis dini hari. Pelaku pasar memperkirakan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebesar 90%. Jika terwujud, ini akan menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari dua tahun sejak 2023. Namun, penguatan dolar hanya diperkirakan moderat karena kenaikan sudah sebagian terperkirakan.

Carol Kong, Currency Strategist Commonwealth Bank of Australia, menyatakan bahwa pasar tidak hanya fokus pada besarnya kenaikan, tetapi juga pada sinyal The Fed terkait arah suku bunga selanjutnya. Jika The Fed menaikkan tetapi meredam peluang kenaikan lanjutan, dolar berpotensi melemah dan memberi ruang bagi rupiah untuk menguat lebih jauh. Sebaliknya, sinyal pengetatan lanjutan dapat kembali menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait