Rupiah melemah seiring "wait and see" investor menjelang RDG BI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 0,18 persen atau 32 poin ke Rp17.79 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa, didorong oleh sikap wait and see investor menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menjelaskan pelemahan ini mencerminkan ketidakpastian pasar terkait keputusan kebijakan moneter, meski diperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan untuk mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan seperti lelang SRBI, swap point, dan intervensi pasar obligasi dianggap masih efektif menjaga stabilitas rupiah jangka pendek. Di sisi lain, The Fed, BoJ, dan ECB telah menaikkan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada September 2026, sementara harga minyak Brent dan WTI turun lebih dari 2 persen karena harapan perbaikan pasokan global. Rupiah diproyeksikan berkisar Rp17.800-Rp17.900 per dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 11.00
Nilai Tukar Rupiah Kembali Tertekan, Investor Tunggu Keputusan BI
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 10.12
Ekonom Ingatkan Stabilitas Kurs Rupiah Memiliki Banyak Faktor
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
JawaPos · 20 September 2026 pukul 15.00
Rupiah Berpotensi Tertekan hingga Rp18.000 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Berita terkait
Rupiah melemah dipengaruhi antisipasi kenaikan suku bunga lanjutan Fed
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 16.17
Ekonom: Stabilisasi rupiah tidak harus selalu andalkan kenaikan bunga
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 09.48
Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.729 di Awal Perdagangan Pagi Ini
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.28
Video: Harga Minyak dan Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 13.00