Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Sempat Tertekan Mendekati 18.000, Sentimen Eksternal Biang Keladinya

Rupiah sempat menurun mendekati level 18.000 per dolar AS pada September 2026, dipicu oleh sentimen eksternal. Tekanan utama datang dari penguatan Dollar Index di atar 101 dan lonjakan yield US Treasury 10 tahun ke 5,1%, sekaligus ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di Desember 2026. Kedua ekonom, David Sumual (BCA) dan Teuku Riefky (LPEM FEB UI), menekankan tidak ada faktor domestik signifikan yang menyumbang tekanan, melainkan dampak eksternal terhadap semua mata uang emerging market. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan meski memiliki ruang naik 25-50 bps di Q4 2026 untuk menanggulangi inflasi akibat El Nino dan kenaikan harga minyak. Proyeksi rupiah bergerak di kisaran 17.600-18.000 per dolar AS, dengan sektor yang rentan meliputi plastik, TI, farmasi, elektronik, makanan, pupuk, dan tekstil. BI tetap memakai intervensi pasar dan hedging untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait