Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Kembali Tembus Rp17.900

Rupiah dibuka melemah 0,08% ke posisi Rp17.900 per dolar AS pada Jumat (25/9/2026), melanjutkan penurunan 0,51% dari penutupan sebelumnya di Rp17.885. Dolar AS sempat menyentuh Rp17.900 sebelum memulihkan diri. Indeks dolar AS (DXY) melemah tipis 0,02% ke 101,265, namun tetap berada di level tinggi setelah menguat 0,19% sehari sebelumnya. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS yang didorong oleh kenaikan yield obligasi AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Yield obligasi 30 tahun AS mencapai level tertinggi sejak Juni 2004, sementara yield 10 tahun menyentuh tertinggi hampir dua dekade. Data ekonomi AS yang kuat, seperti penurunan klaim pengangguran ke 197.000, memperkuat ekspektasi pengetatan moneter. Kekhawatiran inflasi juga meningkat setelah harga minyak naik hampir 4% akibat serangan Houthi di Arab Saudi. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mencapai 68,6%, naik dari 55,4% seminggu sebelumnya. Bank Indonesia menyatakan akan terus berintervensi di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamental ekonomi, sambung memperkuat strategi operasi moneter pro-pasar dan koordinasi dengan pelaku pasar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait